Orangtua dan Anak

Mengembangkan Kepercayaan Diri Anak

"SETIAP anak yang lahir ke dunia ini memiliki keistimewaan. Adalah tugas dan tanggung jawab para orangtua untuk membantu mengembangkan potensi, bakat, dan rasa percaya diri mereka.", begitu ibu saya selalu menasehati kami anak-anaknya.

Setelah berumah tangga dan punya anak, saya pun mencoba menerapkan ajaran beliau pada anak-anak kami. Setelah "berguru" pada mereka yang telah berpengalaman dan menelurkan anak-anak yang tumbuh dengan bakat dan optimisme yang tinggi, ada beberapa kesamaan dari petuah-petuah yang diberikan dalam hal mendidik anak, antara lain:

  1. Berbicaralah selalu dengan dukungan. Walaupun terlahir dengan IQ yang pas-pasan, seorang ibu harus terus memacu semangat si anak dengan mengatakan bahwa ia berbakat dan unik. Percaya atau tidak, saat lulus kuliah, si anak lulus dengan yudisium sangat memuaskan.
  2. Memberikan dorongan melalui tindakan. Setiap manusia terlahir dengan kemampuan yang berbeda dan istimewa, dan semua berhak atas pengakuan akan kemampuan yang mereka miliki. Sudah menjadi tugas orangtua untuk membantu anak-anak belajar menghargai kemampuan orang lain karena dengan begitu mereka akan belajar menghargai betapa kita semua berbeda dan memiliki kemampuan yang berbeda pula.
  3. Luangkan waktu bersama mereka. Saat akan berangkat tidur, putra terkecil saya yang berusia 3 tahun berkata, "Bunda, aku senang sekali bisa bermain air bersama Bunda." Saya tak menyangka bahwa kegiatan yang kami lakukan hampir 2 minggu yang lalu itu memberikan dampak yang besar baginya.
  4. Jangan pernah menunda untuk  mengekspresikan kasih saying Anda. Kecupan, belaian dan ungkapan rindu melalui telepon akan membuat anak nyaman dan  merasa keberadaannya diinginkan.
  5. Berikan kepercayaan penuh pada anak-anak. Membiarkan mereka merencanakan sendiri pesta ulang tahunnya merupakan salah satu wujud bahwa kita sebagai orangtua mempercayai mereka mampu memutuskan apa yang terbaik untuk diri mereka.
  6. Rayakan setiap peristiwa penting yang mereka alami. Siapa sangka perayaan yang dilakukan saat pertama kali si anak mampu menggoreng telur ternyata memacunya  untuk menggapai keberhasilan yang

Dengan menanamkan rasa kepercayaan diri yang tinggi, akan membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang menyenangkan dan sosok yang berhasil di masyarakat. [AYA]

Sumber : Kompas / Klasika / Minggu, 15 Juli 2007

 

AttachmentSize
Mengembangkan Kepercayaan Diri Anak.pdf35.76 KB

Home Pre-Page