Pendidikan

Memilih Sekolah yang Tepat bagi Anak

Banyaknya sekolah yang ada saat ini membuat orangtua harus lebih selektif dalam memilih sekolah. Bagaimana pun sekolah bukan hanya sekadar lembaga pendidikan tempat "menitipkan" anak, namun juga media mereka untuk mencapai masa depan.

DULU, metode pembelajaran yang diterapkan masih konvensional, yaitu murid menerima mentah-mentah berbagai materi yang diajarkan oleh guru di kelas. Sisi negatifnya, siswa jadi kurang percaya diri pada saat mengungkapkan pendapatnya di muka umum. Hal ini terlihat jelas pada mata pelajaran bahasa Inggris. Sejak sekolah dasar, siswa sudah diajarkan bahasa Inggris, namun hingga lulus kuliah belum tentu mereka percaya diri menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua dalam percakapan sehari-hari.

Berbekal pengalaman masa lalu, kini banyak sekolah yang memberikan kurikulum plus. Bahkan ada beberapa yang sudah menerapkan proses belajar mengajar dengan menggunakan bahasa Inggris. "Bentuk pengembangan kurukulumnya bermacam-macam, antara lain agama - dalam hal ini pembinaan moral--, cooperative learning di mana siswa bisa rnengetahui jawaban yang benar berikut alasannya, problem solving dengan mengangkat suatu tema untuk dibahas, dan discovery learning yang membiasakan siswa untuk membaca, melihat, merenungkan hingga akhirnya menemukan," ujar Adi Suwargo SH, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Rukun Istri yang sekolahnya mengadopsi pembelajaran dengan pendekatan Quantum Learning.

Berikut ini ada beberapa tip yang bias dijadikan panduan oleh para orangtua sebelum memutuskan sekolah mana yang tepat untuk putra-putri mereka, antara lain:

  1. Kurikulum. Pentingnya hal ini membuat orang  tua harus menanyakan pada pihak sekolah mengenai kurikulum yang diterapkan oleh sekolah yang bersangkutan
  2. SDM yang berkualitas. Setelah kurikulum, pastikan bahwa putra-putri Anda nantinya akan dibimbing oleh guru-guru yang berkualitas, berkepribadian baik, dan professional, mengingat kepada merekalah Anda mempercayakan masalah pendidikan anak di sekolah.
  3. Kualitas almamater. Hal ini bisa jadi merupakan barometer paling mudah bagi orangtua. Seorang tokoh yang berhasil tentu mendapat pengaruh yang tidak sedikit dari sekolah tempatnya dulu belajar.
  4. Sarana dan prasarana. Sekolah yang baik tentunya menyediakan sarana dan prasarana yang tidak hanya lengkap dan berkualitas, namun juga bisa diakses dan dimanfaatkan oleh seluruh siswanya.
  5. Nama baik sekolah. Tak bisa dimungkiri, bila sampai saat ini nama baik sekolah kerap kali menjadi jaminan kualitas lulusannya.

[AYA]

Sumber : Kompas / Klasika / Senin, 2 Juli 2007

 

AttachmentSize
Memilih Sekolah yang Tepat bagi Anak.pdf37.38 KB

Home Pre-Page